Tampilkan postingan dengan label istilah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label istilah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Januari 2011

The Law of Readiness

Hukum kesiapan yaitu semakin siap suatu organisme memperoleh suatu perubahan tingkah laku, maka pelaksanaan tingkah laku tersebut akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosiasi cenderung diperkuat. Prinsip pertama teori koneksionisme adalah belajar merupakan suatu kegiatan membentuk asosiasi (connection) antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak. Misalnya, jika anak merasa senang atau tertarik pada kegiatan jahit-menjahit, maka ia akan cenderung mengerjakannya. Apabila hal ini dilaksanakan, ia merasa puas dan belajar menjahit akan menghasilkan prestasi memuaskan.

|teori belajar|

The Law of Exercise

Hukum latihan yaitu semakin sering tingkah laku diulang/dilatih (digunakan), maka asosiasi tersebut akan semakin kuat. Dalam hal ini, hukum latihan mengandung dua hal:

The Law of Use : hubungan-hubungan atau koneksi-koneksi akan menjadi bertambah kuat, kalau ada latihan yang sifatnya lebih memperkuat hubungan itu.

The Law of Disue : hubungan-hubungan atau koneksi-koneksi akan menjadi bertambah lemah atau terlupa kalau latihan-latihan dihentikan, karena sifatnya yang melemahkan hubungan tersebut.

|teori belajar|

The Law of Effect

Hukum akibat yaitu hubungan stimulus respon yang cenderung diperkuat bila akibatnya menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibatnya tidak memuaskan. Hukum ini menunjuk pada makin kuat atau makin lemahnya koneksi sebagai hasil perbuatan. Suatu perbuatan yang disertai akibat menyenangkan cenderung dipertahankan dan lain kali akan diulangi. Sebaliknya, suatu perbuatan yang diikuti akibat tidak menyenangkan cenderung dihentikan dan tidak akan diulangi. 
 
Koneksi antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak dapat menguat atau melemah, tergantung pada “buah” hasil perbuatan yang pernah dilakukan. Misalnya, bila anak mengerjakan PR, ia mendapatkan muka manis gurunya. Namun, jika sebaliknya, ia akan dihukum. Kecenderungan mengerjakan PR akan membentuk sikapnya

|teori belajar|

Neorosis

Kondisi psikologis yang didalamnya pola perilaku abnormal timbul sebagai akibat dari ketidakmampuan dalam menghadapi kecemasan dengan cara-cara yang bisa diterima secara sosial

Senin, 03 Januari 2011

-isme

-isme berasal dari -ismos, -ismus, -isme, dan -ism. Akhiran ini mengisyaratkan suatu paham, ajaran dan kepercayaan. Pada mulanya sufiks -isme diserap dari bahasa asing, tetapi afiks itu menjadi produktif, sehingga bentuk -isme dianggap layak diterapkan juga pada dasar kata Indonesia. Selama afiks asing itu bermanfaat dan bahasa Indonesia tidak memiliki padanan dalam bentuk-nya yang tepat, afiks itu dapat diterima. Jika imbuhan Indonesia dapat mengungkapkan konsep yang sama, afiks asing itu tidak perlu dipakai.

sumber; wiki

Digital Clock

Translate

Pengikut

psikolog candidate. Diberdayakan oleh Blogger.

Label Cloud